Pemprov DKI Laporkan Penurunan Tingkat BOR Isolasi dan ICU di 140 RS Pasien COVID-19

 

Ilustrasi. Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Galaxy Tangkas - Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaporkan penurunan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) isolasi dan ICU di 140 rumah sakit pasien COVID-19 per 12 September 2021. Dijelaskan, saat ini BOR untuk isolasi pasien COVID-19 berada di 11 persen.


Artinya, dari 6.721 tempat tidur yang tersedia, hanya 760 yang ditempati pasien COVID-19. Pada 6 September 2021, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyatakan bahwa BOR isolasi sebesar 15 persen dan ICU sebesar 25 persen.


"Strategi 3T (Testing-Tracing-Treatment) terus digencarkan untuk menemukan sebanyak-banyaknya kasus positif sehingga dapat diisolasi, disembuhkan agar mencegah penyebaran virus," tulis akun Instagram @dkijakarta.


Keterisian ICU di Jakarta 23 persen


Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19 sebesar 23 persen. Dari 1.217 tempat tidur ICU yang tersedia, sebanyak 275 pasien terisi.


Dari 6-12 September, ada lebih dari 119 ribu orang yang menjalani tes PCR di Jakarta. Selama periode itu, Pemprov DKI mencatat ada 2.020 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.


Masih ada 3.368 kasus aktif COVID-19 di Jakarta


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan, jumlah kasus aktif COVID-19 di Jakarta mengalami penurunan sebanyak 313 kasus. Dengan demikian, jumlah orang yang diisolasi atau dirawat karena virus corona di ibu kota, hingga Selasa (14/9/2021), sebanyak 3.368 orang.


Sementara itu, total kasus COVID-19 di Jakarta hingga kemarin sebanyak 855.119 kasus. Dari jumlah itu, 13.445 orang meninggal dan 838.306 sembuh.


Anies bilang 2,5 juta warga KTP Jakarta belum divaksin


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan masih ada 2,5 juta penduduk pemilik KTP DKI yang belum divaksinasi COVID-19. Mereka belum divaksinasi karena tidak mau dan ada yang pindah domisili.


"Per 11 September, warga DKI yang divaksin sebanyak 10,3 juta. Warga yang ber-KTP DKI belum vaksin itu sebanyak 2,5 juta," kata Anies di Masjid Al-Wiqoyah Jagakarsa, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (12/9/2021).


Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, per 14 September 2021, vaksin dosis pertama di Jakarta telah diberikan kepada 10.124.301 orang. Sementara itu, 7.023.287 orang telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua di Jakarta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.