Direncanakan Bioskop Jakarta Akan Kembali Beroperasi 14 September Mendatang
ilustrasi: ekbis.sindonews.com
Galaxy Tangkas - Bioskop pertama di Indonesia berdiri pada Desember 1900, di Jl Tanah Abang I, Jakarta Pusat, karcis kelas I harganya dua gulden (perak) dan harga karcis kelas dua setengah perak.
Bioskop zaman dulu bermula di sekitar Lapangan Gambir (kini Monas). Bangunan bioskop masa itu menyerupai bangsal dengan dinding dari gedek dan beratapkan kaleng/seng. Setelah selesai pemutaran film, bioskop itu kemudian dibawa keliling ke kota yang lain. Bioskop ini dikenal dengan nama Talbot (nama dari pengusaha bioskop tersebut). Bioskop lain diusahakan oleh seorang yang bernama Schwarz.
Tempatnya terletak kira-kria di Kebon Jahe, Tanah Abang. Sebelum akhirnya hancur terbakar, bioskop ini menempati sebuah gedung di Pasar Baru. Ada lagi bioskop yang bernama Jules Francois de Calonne (nama pengusahanya) yang terdapat di Deca Park. De Calonne ini mula-mula adalah bioskop terbuka di lapangan, yang pada zaman sekarang disebut "misbar", gerimis bubar. De Calonne adalah cikal bakal dari bioskop Capitol yang terdapat di Pintu Air.
Sementara itu, bioskop di Jakarta rencananya akan segera beroperasi kembali setelah hampir dua bulan ditutup karena peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia. Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, mengatakan bahwa bioskop di Jakarta akan kembali beroperasi pada 14 September 2021. Hal ini merupakan hasil rapat pihak GPBSI dan pemerintah pada Selasa (07/September/2021).
Jakarta menjadi kota pertama yang dapat membuka kembali bioskop. Setelah Jakarta, wilayah di sekitarnya akan segera menyusul dan melakukan langkah sama. Walaupun akan dibuka kembali, tetap ada beberapa aturan yang harus diterapkan oleh para pengelola bioskop.Jumlah penonton yang bisa hadir dalam satu studio hanya 50 persen kapasitas studio saja. Penonton juga diwajibkan memiliki aplikasi PeduliLindungi untuk proses screening yang lebih mudah. “Pertama itu adalah percobaan, kedua harus dijaga protokol kesehatan, ketiga, QR Code harus benar-benar dipasang di setiap bioskop,” jelas Djonny.

Tidak ada komentar