Kronologi Kerusuhan Israel-Palestina saat Parade Kemenangan di Yerusalem
Ilustrasi. Sekelompok pria Palestina menyeret seorang pedemo yang terluka dalam bentrok dengan tentara Israel di Hebron, Tepi Barat, pada Jumat (14/5/2021).(AFP PHOTO/HAZEM BADER)
Galaxy Tangkas - Kerusuhan yang terjadi di kota tua, Yerusalem, pada Selasa (15/6/21) antara warga Palestina dan kelompok ultranasionalis Israel menjadi gejolak baru yang harus dihadapi kedua belah pihak.
Dikutip dari CNN, bentrokan dimulai dengan aksi kelompok ultranasionalis Israel yang sedang melakukan parade pengibaran bendera Israel. Hal ini dilakukan sebagai tanda kemenangan Israel dalam Perang Enam Hari 1967, di mana mereka menguasai kota Yerusalem.
Rencananya parade kemenangan sendiri sebenarnya akan digelar Mei lalu, namun terpaksa ditunda karena Hamas dan Israel kembali bertarung. Dengan kondisi yang menguntungkan saat ini dan pelantikan perdana menteri baru di Israel, kaum ultranasionalis mendesak pemerintah untuk mengizinkan mereka mengadakan pawai.
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, menganggap parade kemenangan yang dilakukan oleh ultranasionalis Israel di kota Yerusalem sebagai "provokasi" yang ditujukan kepada warga Palestina dan Arab.
Berikut penjelasan kronologis bagaimana parade kemenangan yang digaungkan ultranasionalis Israel bisa berlangsung di Kota Yerusalem, khususnya Yerusalem Timur.
Kepemimpinan Netanyahu digulingkan (13/6)
Setelah 12 tahun berkuasa sebagai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akhirnya digulingkan oleh koalisi partai oposisi. Hal itu berdasarkan mosi percaya pada Minggu (13/6/2021) oleh parlemen Israel.
Naftali Bennett dan koalisinya berhasil menyingkirkan Netanyahu dengan suara yang sangat tipis, 60-59, seperti dilansir Al Jazeera.
Bennett, yang merupakan ketua Partai Ultranasionalis Israel, secara resmi mulai memimpin Israel selama dua tahun ke depan. Dia hanya akan menyerahkan kepemimpinan tahun ketiga dan keempat kepada Yair Lapid yang merupakan ketua partai tengah.
Dengan munculnya Naftali Bennett yang terkenal anti-Palestina, banyak yang memperkirakan bahwa akan ada konfrontasi baru yang semakin intensif antara Palestina dan Israel.
Pemerintah baru Israel mengizinkan parade kemenangan (14/6)
Tepat satu hari setelah pelantikan perdana menteri dan pemerintahan baru, desakan kaum ultranasionalis Israel mulai terdengar di parlemen. Perdana Menteri Naftali Bennett yang ultranasionalis akhirnya bersimpati dengan keinginan khusus kelompoknya.
Reuters melaporkan, meski Bennett dan pemerintahannya menyadari potensi gejolak serius, mereka tetap mengizinkan parade kemenangan digelar di Yerusalem pada Senin (14/6/2021).
Awalnya masih belum jelas apakah pemerintah Israel akan mengizinkan pawai diadakan di Distrik Kota Tua dan kawasan Muslim. Hal itu kemudian terjawab saat pawai digelar keesokan harinya.
Bentrok warga Palestina dan ultranasionalis Israel di Kota Tua, Yerusalem (15/6)
Selama parade, kaum ultranasionalis membawa bendera Bintang Daud sambil menyanyikan lagu-lagu kemenangan dan menghujat orang Arab. Mereka akhirnya harus bertarung dengan warga Palestina saat memasuki Distrik Kota Tua.
Berdasarkan informasi dari Palang Merah Palestina, setidaknya 33 warga Palestina terluka dan 17 orang ditangkap polisi Israel saat bentrok dengan kelompok ultranasionalis Israel pada Selasa (15/6/2021), seperti dilansir Jerusalem Post.
Polisi Israel sendiri mengerahkan 2.000 personel untuk mengamankan parade kemenangan di Kota Tua, yang rawan bentrokan. Polisi Israel terlihat berpihak pada kelompok ultranasionalis dengan melindungi mereka yang memprovokasi mereka. Beberapa polisi bahkan membantu kaum ultranasionalis dengan bertindak kasar terhadap warga Palestina.

Tidak ada komentar