Berikut Penyebab dan Cara Mengatasi Heartburn
Ilustrasi, sumber foto: champja
Heartburn adalah sensasi terbakar dan terbakar di dada. Kondisi ini normal dan umum. Namun, jika sudah berulang kali muncul hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, heartburn membutuhkan penanganan yang lebih serius.
Heartburn atau disebut juga nyeri ulu hati biasanya terjadi di bagian tengah dada atau tepat di atas perut. Ketidaknyamanan ini seringkali disertai rasa pahit dan asam di mulut. Gejala heartburn bisa menjadi lebih buruk setelah makan besar atau saat berbaring.
Penyebab Heartburn
Sakit maag terjadi ketika otot berbentuk cincin (sfingter), yang merupakan katup antara kerongkongan dan perut, tidak dapat mengencang atau menutup secara normal. Seharusnya, cincin otot ini bisa berkontraksi setelah makanan dari kerongkongan masuk ke perut.
Jika otot sfingter lemah, makanan yang bercampur asam lambung bisa kembali ke kerongkongan. Asam lambung yang meningkat ini dapat mengiritasi dinding esofagus dan menyebabkan nyeri yang membakar di dada.
Sakit maag bisa dipicu oleh beberapa hal, di antaranya:
Makan dalam jumlah yang melebihi kapasitas lambung
Ada tekanan pada perut, biasanya akibat kehamilan, obesitas, atau sembelit
Makan makanan pedas
Mengkonsumsi kafein, coklat, buah jeruk, atau alkohol
Berbaring segera setelah makan
Minum obat tertentu, seperti aspirin atau ibuprofen
Merokok
Stres dan kurang tidur
Tak hanya itu, heartburn juga bisa diakibatkan oleh hiatus hernia, yaitu kondisi saat perut bagian atas masuk ke rongga dada.
Cara Mencegah dan Mengatasi Heartburn
Jika heartburn hanya terjadi sesekali, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau meringankan gejalanya, yaitu:
Pertahankan berat badan yang sehat
Menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan gejala sakit maag, seperti minuman berkarbonasi, alkohol, kafein, tembakau, dan gorengan
Minum obat bebas untuk mengobati asam lambung sebelum makan, seperti antasida
Mengkonsumsi seduhan jahe, karena minuman ini dikenal bisa mempercepat pengosongan lambung
Hindari ngemil di malam hari dan makan dalam porsi besar, setidaknya 4 jam sebelum waktu tidur
Menyesuaikan dada dan kepala sekitar 10-20 cm lebih tinggi dari pinggang saat tidur, agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan
Makan dengan porsi kecil tapi sering untuk mencegah penumpukan makanan di perut
Jika heartburn seringkali tampak mengganggu aktivitas dan istirahat, kondisi ini dianggap sebagai tanda penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
GERD adalah suatu kondisi yang perlu diobati dengan obat dari dokter, meski dengan pembedahan jika sudah parah. Jika tidak ditangani dengan baik, GERD dapat menyebabkan peradangan, cedera, dan perdarahan di esofagus, bahkan dapat meningkatkan risiko kanker esofagus.
Sakit maag merupakan keluhan yang cukup umum dan belum tentu berbahaya. Namun, jika gejala ini muncul lebih dari 2 kali dalam seminggu, tidak membaik dengan obat yang dijual bebas, atau menyebabkan kesulitan menelan, mual, dan muntah, segera periksakan ke dokter untuk pengobatan.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | GalaxyTangkas

Tidak ada komentar