Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Belum Mendapatkan Vaksin

 

Sumber : Istimewa

Sejumlah pelaku usaha di sepanjang Jalan Malioboro Kota Yogyakarta masih mengikuti proses vaksinasi Covid-19 secara massal yang dilangsungkan mulai 1 hingga 6 Maret 2021. Akan tetapi, dari 19 ribu target sasaran vaksinasi massal tersebut, hingga saat ini belum ada dari kalangan abdi dalem Keraton Yogyakarta yang terdaftar untuk mengikutinya.

“Ya sampai sekarang memang belum ada abdi dalem Keraton yang mendapatkan vaksin Covid-19 tersebut, kalau abdi dalem bisa menerima vaksin itu ya terima kasih sekali," ungkap perwakilan Keraton Yogya, Kanjeng Pangeran Hario  Yudhahadiningrat.

Yudhahadiningrat yang lebih akrab disapa Romo Nur itu menuturkan sebenarnya kalangan abdi dalem yang melayani di lingkungan Keraton Yogya juga berharap bisa mendapat vaksinasi Covid-19. Terlebih lagi, banyak dari mereka yang usianya sudah lanjut usia.

“Tapi memang sampai sekarang belum ada komunikasi rencana soal vaksinasi abdi dalem, antara pemerintah DIY dengan Keraton Yogyakarta,” Ungkap Romo Nur.

Romo Nur mengatakan pihaknya optimistis para abdi dalem Keraton Yogyakarta akan bersedia untuk mengikuti vaksinasi tersebut.

“Ya kami berharap para abdi dalem bisa ikut vaksinasi massal juga, karena kegiatan keraton selama pandemi Covid-19 ini juga mengalami pembatasan untuk menghindari kerumunan,” ujar Romo Nur.

Romo Nur merinci kegiatan keraton yang dimaksud seperti hajad dalem labuhan, isra mi'raj, yoso beksi buran, ngebluk hingga ngapem.

Jumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta sendiri berjumlah sekitar 2 ribuan orang. Namun di masa pandemi ini, hanya sekitar 30-50 persen saja yang tetap bekerja menunaikan tugas pelayanannya.

Pemerintah Yogyakarta mencatat vaksinasi massal yang menyasar 19 ribu lebih pedagang Pasar Beringharjo hingga para pelaku usaha di daerah Malioboro diikuti dengan antusias oleh mereka yang terdaftar. Meskipun dari pantauan hariannya, warga yang secara harian sudah terdaftar 3.200 orang, tak seluruhnya tercapai 100 persen.

Misalnya pada hari pertama Senin, 1 Maret lalu, jumlah warga yang terjadwal vaksinasi 3.200 orang namun yang datang hanya berjumlah 2.375 orang. Lalu hari kedua Selasa, 2 Maret dari jumlah yang terdata 3.200 orang yang hadir hanya berjumlah 2.427 orang.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan dari yang datang itu pun tidak semua memenuhi syarat untuk divaksin sehingga ada yang harus ditunda vaksinasinya.

“Peserta vaksin yang ditunda biasanya karena saat diperiksa tensinya sedang tinggi. Sedangkan yang batal divaksin karena persyaratan yang tidak terpenuhi,” tutur Heroe.

Walaupun demikian, Heroe menjelaskan selama dua hari pertama vaksinasi Covid-19 sudah tercapai 71 persen dari undangan yang disebar sudah divaksin.

“Harapan kami memang masyarakat memanfaatkan kesempatan ini karena harapan kami terutama masyarakat di wilayah Malioboro sampai alun-alun utara itu pelaku usaha dan pedagang memanfaatkan kesempatan ini," pungkas Heroe.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | GalaxyTangkas

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.